Security Hardening: Strategi Penguatan Sistem Untuk Mencegah Serangan Siber
Introduction – Apa Itu Security Hardening?
Security Hardening adalah proses memperkuat sistem, server, aplikasi, dan jaringan dengan cara menghilangkan potensi celah, mengurangi permukaan serangan, dan memperketat kontrol akses. Tujuannya adalah meminimalisir vektor serangan dan memastikan sistem beroperasi dengan prinsip least privilege.
Technical Deep Dive – Komponen dan Area Hardening
- OS Level: Disable service tidak perlu, update patch, atur permission.
Application Layer: Matikan default credentials, harden config file.
- Database: Minimal permission user, enkripsi koneksi, disable remote root login.
- Network: Firewall rules, segmentation, block port tidak digunakan.
- Access Control: MFA, least privilege, account expiry, role separation.
- Logging & Monitoring: Centralized log, tamper-proof log file, alerting.
- Tools: CIS Benchmark, Microsoft SCT, Lynis, OSSEC, Wazuh.
Step-by-Step – Proses Hardening Umum
- Audit Awal Sistem: Gunakan tools seperti Lynis, CIS-CAT untuk analisis awal.
- Hardening Operating System: Nonaktifkan service, atur permission, aktifkan firewall lokal.
- Konfigurasi Aplikasi dan Database: Disable listing, secure header, enkripsi koneksi.
- Perkuat Kebijakan Akses: Aktifkan MFA, enforce password policy, role-based access.
- Aktifkan Logging dan Monitoring: Log login, sudo, file changes, dan alert penting.
Troubleshooting – Masalah Umum
- Gunakan prinsip ‘Default Deny’ pada semua akses.
- Layanan penting ikut terblokir → Siapkan whitelist sebelum disable.
- Aplikasi tidak berjalan setelah hardening → Uji di staging environment.
- SSH login gagal → Periksa sshd_config dan metode autentikasi.
- Log banyak tapi tidak termonitor → Integrasikan dengan SIEM atau Wazuh.
Glossary – Istilah Penting Security Hardening
- Least Privilege: Hak minimum yang dibutuhkan user/system.
- CIS Benchmark: Standar konfigurasi keamanan sistem.
- MFA: Multi-Factor Authentication.
- Syslog: Sistem logging standar jaringan.
- Hardening Script: Otomatisasi konfigurasi aman.
- RBAC: Role-Based Access Control.