Web Application Firewall (WAF): Pelindung Aplikasi Web Dengan IP Intelligence dan Monitoring Real-Time
Introduction – Apa Itu Web Application Firewall (WAF)?
Web Application Firewall (WAF) adalah sistem keamanan yang melindungi aplikasi web dari berbagai serangan berbasis HTTP seperti SQL Injection, Cross-Site Scripting (XSS), dan lainnya.
WAF bekerja di lapisan Layer 7 (aplikasi) dan bertindak sebagai perisai antara pengguna internet dan server aplikasi dengan menganalisis semua lalu lintas berdasarkan rule set dan machine learning.
Technical Deep Dive – Cara Kerja WAF + IP Intelligence + Web Monitoring
- WAF Core: Deep packet inspection, filtering payload, OWASP rules, inline/reverse proxy mode.
- IP Intelligence: Reputasi IP, kategori geolocation, ASN, threat score.
- Web Monitoring: Request rate, anomaly detection, real-time visualization, SIEM integration.
Step-by-Step – Implementasi WAF + IP Intelligence + Monitoring
- Deploy WAF dalam Mode Reverse Proxy:
Server: Apache/Nginx/WAF Appliance, Port: 80/443.
- Aktifkan Rule Set & Signature:
Gunakan OWASP CRS dan custom rule untuk endpoint sensitif.
- Integrasi IP Reputation Database:
Gunakan feed dari Spamhaus, MaxMind, IP2Location, dll.
- Aktifkan Web Monitoring:
Integrasi SIEM, alert traffic spike dan pattern abnormal.
- Simulasikan Serangan dan Evaluasi Response:
Gunakan OWASP ZAP atau Burp Suite.
Troubleshooting – Masalah Umum
- False Positive → Lakukan tuning rule dan whitelist.
- Performa Website Turun → Aktifkan caching & hardware acceleration.
- Trafik Tidak Termonitor → Pastikan WAF inline atau reverse proxy.
- IP Intelligence Tidak Update → Periksa koneksi API atau schedule updater
Glossary – Istilah Penting
- WAF: Firewall aplikasi web di layer 7.
- OWASP Top 10: Daftar ancaman keamanan aplikasi web utama.
- IP Intelligence: Analisa reputasi dan karakteristik IP address.
- Reverse Proxy: Server perantara antara user dan backend.
- Rate Limiting: Pembatasan jumlah request dari user/IP.
- Payload Inspection: Analisis isi permintaan HTTP.